Tag: makassar

Pekarangan Masjid Sultan Alauddin, Menjadi Salah Satu Tempat Nongki Favorit

Pekarangan Masjid Sultan Alauddin, Menjadi Salah Satu Tempat Nongki Favorit

CJ Online – Makassar – Salah satu tempat yang pas buat mahasiswa beristirahat atau berkumpul bersama teman ketika jam istirahat berlangsung adalah pekarangan Masjid Sultan Alauddin, Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Selasa(21/12/22) .

Pekarangan nya yang luas membuat tempat ini menjadi salah satu tempat nongki favorit bagi mahasiswa Kampus II UIN Alauddin Makassar, yang berlokasi di Samata.

Lokasi nya yang adem karena di kelilingi oleh pohon-pohon besar serta hamparan pekarangan yang hijau, membuat tempat ini memiliki nuansa yang sejuk dan sangat pas untuk dikunjungi ketika siang hari.

Untuk kebersihan nya sendiri tak usah diragukan lagi, tempat ini jarang sekali terlihat sampah-sampah, terutama sampah plastik karena pihak kebersihan kampus hampir setiap hari datang membersihkan.

Putri, salah seorang mahasiswi mengatakan jika tempat ini biasa ia kunjungi setelah selesai kuliah untuk beristirahat dan mengademkan diri dibawah rimbunan pohon”
“Bisa kesini kalo selesai mi mata kuliah untuk istirahat sama mengademkan diri dibawah pohon”, ucapnya

Ia melanjutkan, sering kumpul bersama teman-teman nya untuk bercerita maupun berdiskusi mengenai mata kuliahnya.
“Kalau kesini yang biasa dilakukan cerita-cerita, biasa juga diskusi tentang mata kuliah”, lanjutnya.

Citizen reporter: Ramandha fitrah

10 Poin Tuntutan Mahasiswa PGMI Se-Indonesia Hasil Temu Rumbuk di Event PINTARMI

10 Poin Tuntutan Mahasiswa PGMI Se-Indonesia Hasil Temu Rumbuk di Event PINTARMI

CJ Online – Makassar -Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri/Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN/PTKI) se-Indonesia Memaparkan Sepuluh Poin Tuntutan Hasil Temu Rembuk Pada Event Pekan Ilmiah Antar Mahasiswa PGMI (PINTARMI) di Hotel Taman Wisata Alam Bantimurung, Sabtu(11/12/22).

Event PINTARMI yang di selenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) PGMI UIN Alauddin Makassar menghadirkan 11 Instansi seluruh PTKIN/PTKI yang ada di indonesia dan menggelar tiga kegiatan besar salah satunya Temu Rumbuk yang dilakukan pada 10 Desember 2022.

Temu Rumbuk merupakan inti dari event PINTARMI se-Indonesia, hal yang di menjadi bahan perumbukan adalah persoalan yang ada di PGMI, internalisasi PGMI se-Indonesia, kesetaraan PGMI dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Harus disetarakan, serta tuntutan sosialisasi dipercepat antara PGMI dan PGSD

Hasil rapat dari Temu Rumbuk ini melahirkan 10 Poin tuntutan. Fachri Fauzi selaku ketua panitia PINTARMI mengatakan hasil ini ditujukan kepada Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Kementrian Agama (Kemenag) RI dan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI dan harus segera ditindak lanjuti.

“Ada sepuluh poin tuntutan ditujukan kepada Komisi VIII DPR-RI, Kemenag RI dan Kemendikbud Ristek RI dari hasil Temu Rembuk Lembaga Kemahasiswaan pada kegiatan Pekan Ilmiah Antar Mahasiswa PGMI Se-Indonesia untuk segera di tindaklanjuti,” ungkap Fachri Fauzi, pada Sabtu (10/11/22).

Adapun 10 poin tuntutan yang dihasilkan dari Temu Rumbuk, antaranya:

  1. Membuka Prodi S2 PGMI di Indonesia timur (Satu prodi/Provinsi)
  2. Penerbitan surat keputusan oleh pemerintah pusat terkait pemerataan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) antara PGMI dengan PGSD
  3. Penerbitan Surat Keputusan oleh Pemerintah Pusat terkait Pemerataan Kuota Pendidik antara PGMI dan PGSD di SD/MI
  4. Penyelenggaraan beasiswa prestasi dan beasiswa kurang mampu diluar beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP)-Kuliah
  5. Program Pengawasan oleh Pemerintah Pusat terkait kesetaraan PGMI dan PGSD
  6. Kejelasan anggaran otonom daerah antara kemenag dan dikti
  7. Pemerataan beasiswa kementrian agama
  8. Pengawasan bantuan terhadap PTKI/PTKIN se-Indonesia secara merata tanpa membeda-bedakan
  9. Program Pemerintah Pusat yang memfasilitasi Event Nasional PGMI
  10. Penyetaraan kesejahteraan guru honorer PGMI dan PGSD.

Semua poin/aspirasi ini merupakan hasil dari kesepakatan dari Temu Rumbuk setelah melihat problematika yang ada di jurusan jurusan PGMI.
“Sepuluh aspirasi ini merupakan hasil kesepakatan dari proses temu rembuk setelah mendiskusikan dan melihat kondisi problematika yang ada di masing- masing Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,” Lanjut Fachri Fauzi.

Mewakili perguruan tinggi yang hadir, Rahmat Hidayat selaku Pimpinan rapat Temu Rembuk menegaskan bahwa permintaan ini telah menjadi kesepakatan bersama dengan harapan agar dapat segera direalisasikan oleh Pemerintah.

“Kami meminta dalam hal ini Kemenag sebagai payung dari seluruh perguruan tinggi Islam agar direalisasikan segera. Karena aspirasi tersebut mutlak kebutuhan seluruh mahasiswa PGMI di Indonesia” Tegas Rahmat. Sabtu, (10/12/22).

“Kami meminta dalam hal ini Kemenag sebagai payung dari seluruh perguruan tinggi Islam agar direalisasikan segera. Karena aspirasi tersebut mutlak kebutuhan seluruh mahasiswa PGMI di Indonesia” ujar Rahmat.

Selain itu, Temu Rembuk ini juga menuntut dan menyatakan sikap kepada Ikatan Mahasiswa PGMI Indonesia (IMPI) Wilayah IV untuk :

  1. Pertanggungjawaban Kepengurusan IMPI Wilayah IV
  2. Apabila point satu tidak diindahkan dalam waktu dua minggu setelah tertanda tangani, maka menuntut kepada IMPI Pusat untuk menerbitkan Surat Keputusan Karateker
  3. Menuntut keras keaktifan forum dan kepengurusan IMPI Wilayah IV.(red)
UIN Alauddin Makassar Berhasil Menjadi Juara Umum Pada Event PINTARMI

UIN Alauddin Makassar Berhasil Menjadi Juara Umum Pada Event PINTARMI

Foto : Peserta juara

Citizenjournalist Online – Makassar -Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, berhasil meraih gelar juara umum di Pekan Ilmiah Antar Mahasiswa PGMI (PINTARMI) se-Indonesia, yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Alauddin Makassar. Pada Kamis(08/12/22)

Acara ini merupakan event terbesar mahasiswa PGMI se-Indonesia dengan mmbbawa tema “Konstruksi Mental Pendidik Ml di Era Society 5.0”.

Event PINTARMI berlangsung selama empat hari (8-11 Desember), dengan menggelar tiga kegiatan besar yaitu Seminar Nasional, Temu Rumbuk dan PGMI Expo serta mengadakan empat jenis lomba di antara nya Karya Tulis Ilmiah, Media Pembelajaran, Debat Ilmiah, Ektrakurikuler (Sempahore, Tilawah, dan Cipta Baca Puisi).

Lomba ini dihadiri oleh mahasiswa PGMI dari 11 instansi seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri/Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIN/PTKI) Yang ada di Indonesia.

Di event ini, UIN Alauddin Makassar sukses keluar sebagai juara umum dengan berhasil menjuarai semua jenis lomba. UIN Alauddin Makassar mengumpulkan enam medali, di antaranya dua medali emas (juara satu), satu medali perak (juara dua), tiga medali perunggu (juara tiga).

Dengan begitu UIN Alauddin Makassar menjadi juara satu umum disusul oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fithrah Surabaya dan Insitut Agama Islam (IAIN) Bone sebagai juara dua dan tiga umum.

Fachri Fauzi selaku ketua panitia mengatakan mengaku bangga dan terharu dapat menggelar dengan sukses kegiatan PINTARMI yang merupakan pertama kalinya di PGMI.

“Mungkin kalo dibilang rasa bangga ya, sampai sampai di akhir kegiatan kami selaku panitia menangis dan terharu bahwa owh ternyata sudah selesai kegiatan nasional kami”, Ucap Fahri Fauzi pada selasa (13/12/22).

“Ini juga hadir di PGMI mungkin pertama kalinya bahkan di Indonesia pertama kalinya di adakan seperti ini”, tambahnya

Zulfana Zahra yang merupakan peserta dari UIN Alauddin Makassar yang mendapatkan juara satu di lomba Cipta Baca Puisi juga mengungkapkan rasa bahagia nya dan harapan nya untuk Event PINTARMI
“Alhamdulillah bahagia tentunya dan ada perasaan sedih karena event ini berakhir”,ungkap Zulfana

“Semoga acara PINTARMI ini bisa dilakukan di event selanjutnya tahun depan dan lebih meriah lagi”, Harapnya.

Citizen reporter: Ramandha Fitrah

Berkunjung Ke Tempat Wisata Pulau Lae – Lae Makassar,di Jelang Akhir Tahun 2022

Berkunjung Ke Tempat Wisata Pulau Lae – Lae Makassar,di Jelang Akhir Tahun 2022

Citizejournalist Online – Makassar-Pulau Lae Lae merupakan salah satu pulau kecil berpenghuni yang berada disebelah barat provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya berhadapan langsung dengan Masjid 99 kubah yang dikenal menawarkan keindahan bahari serta menyimpan situs sejarah pada masa penjajahan jepang.

Pulau Lae Lae bisa menjadi tempat yang sangat pas dikunjungi oleh orang-orang penikmat sunset disertai seruan merdu ombak yang mengelilingi pulau dan suasana yang jauh dari perkotaan.

Untuk perjalanan ke pulau Lae Lae, terlebih dahulu mengunjungi dermaga penyeberangan Kayu Bangkoa. Jarak ke dermaga menghabiskan waktu kurang lebih empat menit dari Pantai Losari menggunakan sepeda motor.

Dermaga ini menjadi salah satu portal yang digunakan wisatawan dan masyarakat pulau untuk akses ke pulau-pulau kecil yang ada disekitar makassar salah satu nya pulau Lae Lae.

Saat awal masuk ke dermaga Kayu Bangkoa kita dikenakan tarif parkir motor sebesar 2.000 rupiah. Ditempat ini juga tersedia warung-warung yang biasa dikunjungi oleh para wisatawan untuk menghilangkan dahaga sebelum atau sesudah berangkat.

Perjalan menggunakan perahu dari dermaga ke pulau Lae Lae ditempuh selama kurang lebih lima menit dengan dengan tarif Rp35.000 untuk pulang pergi. Saat tiba di pulau kita perlu melakukan perjanjian dengan pemilik perahu untuk jam penjemputan.

Diperjalanan kita bisa menikmati pemandangan kota Makassar dari laut dan menjumpai perahu-perahu dari arah pulau yang ingin menuju ke kota Makassar.

Saat hendak tiba di pulau, sudah terlihat bentangan pasir putih serta perahu-perahu nelayan yang bersandar disekitaran dermaga yang ada di pulau Lae-Lae.

Pulau Lae Lae sendiri secara administratif masuk kedalam wilayah kelurahan Lae Lae, kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

Pulau Lae-Lae merupakan pulau peninggalan Jepang. Pulau dengan luas 6,5 ha berpasir putih ini dihuni oleh 400 keluarga atau sekitar 2.000 jiwa.

Pulau lae lae dikenal sebagai tempat yang strategis untuk menikmati sunset, disini juga tersedia fasilitas-fasilitas yang disewakan untuk para pengunjung, seperti alat pendukung yang digunakan untuk bersantai menikmati suasana sekitar di pulau ini.

Karena keindahan pasir putih nya, kalian bisa membuat mendirikan tenda tenda camp dan berkumpul bersama teman atau keluarga.

Terdapat juga satu masjid yang posisi nya berada di tengah-tengah pemukiman warga. Masjid Miftahul Bahri memiliki desain yang unik serta mampu menampung 300 jamaah. Setelah ibadah sholat berlangsung, kegiatan belajar mengaji yang dilakukan oleh anak-anak ikut meramaikan masjid ini.

Pendidikan di pulau Lae Lae terbilang cukup mumpuni, terdapat 3 sekolah yang terdiri dari TK Lae Lae, SD Impres Lae Lae , SMP Negeri 41 atap. Hanya saja masih belum terdapat SMA disini yang mengharuskan masyarakat pulau merantau untuk melanjutkan pendidikan nya.

Selain terkenal dengan wisata bahari nya, pulau ini juga memiliki situs sejarah peninggalan Jepang, Yaitu bungker perang yang diperkirakan dibangun antara tahun 1943-1945 atau pada masa-masa akhir kekuasaan Jepang di Indonesia.

Bungker ini berada di bagian utara dan selatan Pulau, konon katanya bungker ini terhubung langsung dengan benteng Fort Roterdam yang berada dekat dermaga Kayu Bangkoa. Namun karna kurang nya perhatian dari warga dan pemerintah setempat, bungker ini jadi tak terurus dan menjadi tempat tumpukan sampah-sampah serta barang barang warga.

Selain keindahannya, terdapat juga tempat-tempat tertentu yang kurang terurus seperti pada sebelah kenan dermaga pulau Lae Lae. Terlihat kapal kapal yang telah rusak bersandar dan bertumpuk di sana. Banyak nya sampah yang bertebaran membuat pasir putih yang berada dibawah sampah sampah jadi kurang jelas

Disebelah selatan pulau, Terdapat juga pemecah ombak untuk menyelamatkan pulau dari abrasi atau pengikisan pantai akibat arus laut

Selama ini masyarkat Lae-Lae hanya menikmati layanan listrik PLN 6 jam perhari, namun pada 7 Oktober 2022 listrik sudah beroperasi selama 24 jam. Listrik ini untuk melayani 400an kepala keluarga dan fasilitas umum lainnya.

Tentu saja ini dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari mereka.

Penulis : Ramandha Fitrah,Mahasiswa Prodi Jurnalistik, UIN Alauddin ,Makassar Sulsel